Sepucuk Rindu Di Pucuk Waktu – Coffternoon

Kita pernah berhujan berdua
Mungkin kau masih ingat dinginnya
Menusuk tulang, mengkerutkan jari
Tapi lebih dingin dari merindumu

Kita pernah bernyanyi berdua
Lagu yang hanya untukmu saja
Walau telah usang ditelan hari
Ku nyanyikan lagi karena merindumu

Berkali sudah ku bunuh
Berkali itu pula ia hidup
Dan meratah otakku, meminum akalku

Berkali telah ku obati
Berkali pula ia lagi, perih
Dan semakin menjadi, semakin menjadi

Kita pernah berdua tertawa
Mungkin karena telah lelah berduka
Keringlah mata saat bersama
Basah lagi ia karena merindumu

Kita pernah berdua terluka
Atau hanya aku yang berdarah
Melihat ada bagai tiada
Robek lagi luka saat merindumu

Berkali sudah ku bunuh
Berkali itu pula ia hidup
Dan meratah otakku, meminum akalku

Berkali telah ku obati
Berkali pula ia lagi, perih
Dan semakin menjadi, semakin menjadi

[by : http://liriklagu.biz]

Berkali sudah ku bunuh
Berkali itu pula ia hidup
Dan meratah otakku, meminum akalku

Berkali telah ku obati
Berkali pula ia lagi, perih
Dan semakin menjadi, semakin menjadi

Leave a Reply